Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Polda Banten Ancam Tangkap Kapal Queen of Netherland

Polda Banten Ancam Tangkap Kapal Queen of Netherland

kapal-pengeruk-pasir-ok

Serang – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengancam akan menangkap kapal Queen of Netherland yang melakukan aktifitas diperairan Cilegon. Hal itu disebabkan adanya dugaan pencurian pasir laut yang dilakukan kapal penambang pasir laut tersebut yang digunakan PT MCA selaku perusahaan penambang pasir laut.

Diketahui, Dua kapal asing pengeruk pasir laut bernama Maxima dan Kapal Queen of Netherland, terlihat mondar-mandir di Perairan Pulo Tunda dan Perairan Cilegon, Banten. Aktivitas kedua kapal tersebut terpantau melalui marine traffic di Ditpolair Polda Banten.

Dirpolair Polda Banten, Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan,  hingga saat ini masih melakukan pemantauan terhadap kedua kapal penambang pasir itu. Bahkan ia mengancam akan menangkap Kapal Queen of Netherland, jika diketahui aktivitasnya tidak sesuai dengan laporannya.

“Kalau tidak sesuai dengan laporannya, Kapal Queen of Netherland akan kami tangkap,” tegasnya, Rabu (23/03/16).

Dikatakan Imam, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, laporannya, kedua kapal tersebut tengah melakukan survey lokasi, tapi kapal tersebut terlihat mondar-mondir beberapa kali.

“Laporannya sih survey, tapi bolak-balik terus di Perairan Cilegon ke Teluk Jakarta,” ungkap Imam.

Imam menjelaskan, kedua kapal asing pengeruk pasir laut terlihat lalu-lalang di Perairan Banten dan Teluk Jakarta. “Memang ada dua kapal asing, Vox Maxima dan Queen of Netherland yang mengeruk pasir laut Banten dan dibawa ke Teluk Jakarta,” jelasnya.

Imam menjelaskan, kapal Vox Maxima mengeruk pasir laut untuk PT. Hamparan Laut Sejahtera (HLS)  dan Kapal Queen of Netherland mengeruk pasir laut untuk PT. Moga Cemerlang Abadi (MCA). Sedangan Koperasi Tirta Niaga Pantura belum beroperasi hingga saat ini.

“Kalau Kapal Vox Maxima atas nama HLS dan Kapal Queen of Netherland bekerja untuk MCA. Kalau Koperasi Tirta Niaga Pantura belum beroperasi,” ungkap Imam.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paguyuban Assalam, Suryanto menolak penambangan pasir laut yang dilakukan HLS maupun MCA. Karena menurutnya penambangan pasir laut yang dilakukan kedua perusahaan penambangan tersebut tidak ramah lingkungan.

“Kami menolak penambangan pasir laut yang sekarang dilakukan oleh HLS dan MCA. Kedua perusahaan tersebut tidak ramah lingkungan,” ungkap

Selain itu, lanjut Suryanto, HLS dan MCA ilegal melakukan penambangan pasir laut karena diduga tidak memiliki Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Suryanto menyayangkan sikap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten, Eko Palmadi, yang tidak bertindak terhadap kedua perusahaan yang dianggap telah melanggar aturan. Bahkan, dirinya menilai jika Eko berpihak terhadap kedua perusahaan penambangan yang jelas-jelas merusak lingkungan.

“Kepala Dinas Pertambangan dan Energi sengaja membiarkan ini semua, tanpa ada tindakan apapun. Bahkan, Eko dinilai berpihak terhadaap kedua perusahaan tersebut,” katanya.

Kapal Queen of Netherland bekerja untuk PT. Moga Cemerlang Abadi (MCA) dan Koperasi Tirta Niaga Pantura. Namun saat ini Kapal Queen of Netherland mengeruk pasir laut dengan menggunakan perusahaan MCA. Sedangkan Koperasi Tirta Niaga Pantura sedang tidak beroperasi karena Kapal Queen of Netherland sedang digunakan oleh MCA untuk mengeruk pasir laut di Perairan Cilegon. (wb.com/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top