Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Nelayan Lontar Unjuk Rasa, Tuntut Penghentian dan Pengawasan Penambangan Pasir Laut

Nelayan Lontar Unjuk Rasa, Tuntut Penghentian dan Pengawasan Penambangan Pasir Laut

nelayan lontar

SERANG- Praktik penambangan pasir laut untuk proyek reklamasi Jakarta di Teluk Banten masih berjalan dan terus dikeluhkan oleh warga dan nelayan hingga hari ini. Padahal, pada April lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sudah mengeluarkan moratorium penambangan pasir laut tersebut.

Tidak puas dengan aksi unjuk rasa pada awal Mei lalu, kali ini ratusan massa penduduk desa pesisir Serang Utara, khususnya Lontar dan Domas, kembali mendatangi Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa 17 Mei 2016. Mereka mengeluhkan operasi penambangan pasir laut yang masih dilakukan Kapal Queen of Netherlands.

Disela aksi unjuk rasa kali ini, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso, menerima perwakilan nelayan untuk mendengarkan langsung aspirasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Babar berkomitmen akan mengawal moratorium dan akan menegur perusahaan penambang pasir laut di wilayah perairan Utara Banten yang tetap membandel karena terus beroperasi.

Babar menegaskan bahwa perusahaan tersebut sudah tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Banten.

“Jika terbukti ada pelanggaran maka kita akan melakukan peneguran dan penghentian sementara aktivitas penambangan,” ujar Babar Suharso kepada media.

Ia juga menjanjikan akan melakukan monitoring dan penjagaan terpadu bersama masyarakat nelayan Lontar, sehingga kegiatan perusakan lingkungan di perairan Utara Banten bisa diminimalisir.

Babar juga menegaskan akan melakukan audit terhadap aktivitas penambangan pasir laut yang meresahkan warga itu, dan jika terbukti ada pelanggaran maka
kegiatan pengerukan pasir laut diberhentikan secara permanen.

“Hanya pemberhentian aktivitasnya saja, belum pada pencabutan izin,” imbuhnya.

Di lain pihak, masyarakat Lontar yang menggelar aksi, mengaku menerima kebijakan yang dijanjikan Kepala BKPMPT Banten ini.

 

Mereka juga berharap pasca dihentikannya kegiatan penambangan pasir laut, kehidupan perekonomian masyarakat yang bersumber dari Sumber Daya Alam (SDA) laut bisa semakin membaik.

“Semoga dengan apa yang dijanjikan pemerintah ini bisa membuat kehidupan kami kembali membaik,” ujar salah satu warga yang ditemui saat aksi unjuk rasa oleh Cahayapena. (fer)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top