Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Kunjungi Pabrik Di Jatim, Menperin Dapat Masukan Permasalahan Gas Industry Untuk Pupuk

Kunjungi Pabrik Di Jatim, Menperin Dapat Masukan Permasalahan Gas Industry Untuk Pupuk

resize1
Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto, saat berkunjung di Gresik diterima di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik.

 

GRESIK – Untuk pertama kalinya Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke berberapa perusahaan di Jawa Timur. Salah satunya  berkunjung ke PT Petrokimia Gresik (PG), Kamis (4/8/2016). Rombongan Menteri diterima di Wisma Kebomas (WKM).

Menperin berharap dalam kunjungannya ini  dia mendapatkan masukan terkait permasalahan gas untuk industry khususnya industry pupuk di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebijakan penentuan  harga gas bagi industri tertentu.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi menyebutkan, “Dalam hal harga gas bumi tidak dapat memenuhi keekonomian industri pengguna gas bumi dan harga gas bumi lebih tinggi dari 6 dollar AS (Amerika Serikat) per MMBTU (Million British Thermal Units), Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dapat menetapkan harga gas bumi tertentu.” Khususnya bagi industri pupuk.

Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (PI), Aas Asikin Idat di hadapan Menperin. menyampaikan tentang kebutuhan gas dan harga gas yang diharapkan oleh industry pupuk disampaikan oleh Untuk saat ini harga gas yang didapatkan perusahaan pupuk di bawah PI dirasa cukup mahal. Apalagi jika dibandingkan dengan harga gas yang diperoleh industri pupuk di negara lain.

Selain itu, pabrik pupuk di Indonesia banyak yang sudah berusia lebih dari 25 tahun, sehingga penggunaan gasnya pun boros. “Gas bagi perusahaan pupuk mendominasi karena bukan sebagai bahan bakar, tapi menjadi bahan baku,” ujar Dirut PI.

Menperin, Airlangga Hartarto di hadapan wartawan menyampaikan, sudah ada kebijakan terkait prioritas penggunaan gas, dimana nanti akan ada perbedaan harga. Kementerian Perindustrian saat ini tengah mengkaji, untuk memastikan industri apa saja yang memerlukan harga gas kompetitif.

“kebijakan harga gas terhadap industry nantinya jangan sampai kita membuat regulasi yang justru membuat daya saing industri kita lebih lemah,” ujar Menperin.

Menperin meminta jajarannya untuk menindaklanjuti masukan Dirut PI. Bagaimana agar harga gas yang diberikan untuk industri pupuk tidak memberatkan.

Memang daya saing utama perindustrian, khususnya industri pupuk seperti PG dari harga gas. Saat harga komoditas lain turun, tidak dengan harga gas di Indonesia, karena sudah ada mekanisme kontrak, sehingga tidak selalu merefleksikan kondisi pasar.

Menperin juga akan mengkaji pabrik-pabrik pupuk di bawah Pupuk Indonesia yang sudah berusia lebih dari 25 tahun untuk bisa direvitalisasi, selain bertujuan meningkatkan kapasitas produksi juga menghemat konsumsi gas.

Setelah mendengarkan presentasi Dirut PI, Menperin bersama rombongan mengikut plant tour ke JIPE di kawasan Pelabuhan Internasional Kecamatan Manyar Gresik. (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top