Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Dolly: Dulu Prostitusi, kini Penuh Inspirasi

Dolly: Dulu Prostitusi, kini Penuh Inspirasi

Surabaya –  Siapa yang tidak pernah mendengar kata “Dolly”? hampir semua orang pernah menyebut tempat ini. Sebuah tempat prostitusi yang sangat terkenal dan pernah jadi tempat prostitusi terbesar di Asia.

Kini, setelah walikota Surabaya Tri Risma menutup tempat tersebut dan menjadikan sebagai pusat UMKM industry kreatif yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

M Yunus Camat Sawahan dengan bangga mengatakan  “Dolly Saiki : Dulu Prostitusi, kini Penuh Inspirasi,” di hadapan puluhan warga yang mengikuti peresmian Dolly Saiki Fest 2017, Sabtu (13/5/2017).

Bagi Yunus, Dolly Saiki, tak sekadar menunjukkan identitas Dolly kekinian. Lebih dari itu, “Dolly Saiki” merupakan sebuah identitas yang memiliki makna filosofi yang cukup dalam dan penting bagi warga eks lokalisasi itu.

“Dolly Saiki, kalau dulu prostitusi sekarang menjadi Dolly yang penuh warna, inspirasi dan karya. Warga di sini sudah trampil membuat kerajinan dan olahan makanan. Dulu haram sekarang halal penuh berkah,” kata Yunus.

Ia mencontohkan, jika dulu ratusan rumah warga yang tersebar di lima RW digunakan sebagai rumah prostitusi, kini rumah-rumah itu sudah beralih fungsi. Bahkan sebanyak 15 UMKM kini juga telah berdiri dan menghidupi ratusan warga.

Untuk menampung produk UMKM ini, Pemerintah Kota juga telah membuat sebuah sentra penitipan produk UMKM bernama Dolly Saiki Point yang bertempat di Gang Lebar B Nomor 27.

Secara khusus Dolly Saiki Point, pada Sabtu (13/5/2017) siang juga telah diresmikan oleh Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. “Kita ingin kampung legenda dan sejuta cerita ini tetap hidup. Akan kita jadikan tempat wisata,” kata Risma.

Beberapa langkah sudah disiapkan diantaranya pemerintah kota akan membeli 17 unit rumah eks wisma yang akan dijadikan sentra-sentra hiburan dan rumah bagi UMKM.

Sebuah taman besar juga disiapkan. Begitu juga jalan masuk ke kawasan Dolly juga akan diperbaiki dan dibuat berbeda dengan jalan kampung lain. (ss)

 

 

 

 

 

Sumber : suarasurabaya.net

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top