Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Beri Dukungan ke Qosim Alif, Pengusaha Wringinanom Titip Program Pengembangan Kawasan Gresik Selatan

Beri Dukungan ke Qosim Alif, Pengusaha Wringinanom Titip Program Pengembangan Kawasan Gresik Selatan

Paslon Qosim Alif saat bersama pengusaha Wringinanom H. Matasan (tengah) di kediamannya

Gresik – Dukungan dan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan harapannya kepada pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim-Asluchul Alif terus mengalir. Kali ini datang dari seorang pengusaha di wilayah Gresik Selatan, H Matasan.

Pengusaha asal Wringinanom ini mengakui, dalam 10 tahun terakhir perkembangan di Gresik Selatan cukup pesat dalam berbagai bidang. Utamanya di bidang infrastruktur dan industri.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan pembangunan itu terlihat dari akses jalan yang semakin baik. Sehingga perputaran roda ekonomi dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.

“Dengan selesainya Tol Krian-Bunder-Legundi-Manyar (KLBM) arus logistik akan semakin lancar, wilayah sekitar di daerah selatan akan tumbuh,” ujar Matasan pada Kamis (12/11/2020).

Dia juga mengakui bahwa sebelum adanya Tol KLBM, wilayah Gresik Selatan memang sudah tumbuh dengan cukup baik. Mulai dari sektor industri maupun UMKM-nya.

Pada momen Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) yang akan dihadapi masyarakat Gresik, dia berharap pembangunan di Gresik Selatan, khususnya Wringinanom bisa dilanjutkan oleh calon terpilih. “Selama ini oleh Pak Sambari-Qosim sudah sangat baik, pengusaha lokal punya kesempatan berusaha dan menikmati kemudahan. Saya sih kalau boleh berharap Pak Qosim dan mas Alif yang jadi,” ungkap pengusaha berusia 49 tahun tersebut.

Sementara itu, Cabup Gresik Pak Qosim mengatakan, dalam mengimplementasikan program pengembangan kawasan Gresik selatan akan menggunakan pendekatan pembangunan berbasis desa. “Sehingga desa sekitar terlebih dahulu kuat infrastrukturnya untuk memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dalam sektor perekonomian desa, lanjutnya, regulasi akan diarahkan sedemikian rupa untuk memacu nilai tambah bagi komoditas yang dihasilkan desa. “Jadi tidak melulu hasil bumi dan potensi desa di jual mentah. Kalau bisa diolah dahulu, karena potensi hasil bumi di Gresik selatan sangat besar,” urai Pak Qosim. (Yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top