Anda berada di :
Rumah > Artikel Dan Opini > Pemanfaatan Media Game Wordwall Dalam Pembelajaran Daring Bahasa Inggris

Pemanfaatan Media Game Wordwall Dalam Pembelajaran Daring Bahasa Inggris

Diana Novita Wardhani, S.Pd Guru Bahasa Inggris SMP Assa'adah Bungah Gresik

Pada dasarnya di masa pandemi seperti sekarang ini, pembelajaran yang awalnya berada di dalam kelas telah mengalami perubahan sedemikian rupa. Dari yang awalnya pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh/ PJJ atau dalam jaringan/ daring. Sudah seyogyanya, di abad 21 ini pembelajaran pun harus sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu pembelajaran di era abad 21 yang berorientasikan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Pasti pada bertanya-tanya kan, TPACK itu apa sich ? Untuk pertemuan kali ini, kita tidak akan membahas tentang apa itu TPACK secara rinci. Tapi, meskipun begitu, sebenarnya dalam penerapannya, secara tidak sadar, kita sudah menerapkan Technological atau tekhnologi di kelas daring, selama kita menjalani masa pembelajaran jarak jauh yang sudah berjalan setahun ini.

Dalam istilah familiarnya, mungkin kita hanya mengenal TPACK itu sebagai tekhnologi atau IT. Tetapi makna sebenarnya lebih dari sekedar tekhnologi. TPACK itu merupakan pengetahuan tentang tekhnologi, pedagogi, dan materi (technological, pedagogical, content knowledge/TPCK). Jadi secara teoritis adalah pengetahuan tentang teknologi digital, pengetahuan tentang proses dan strategi pembelajaran, dan pengetahuan tentang bidang studi atau materi pembelajaran. Intinya TPACK adalah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kepuasan siswa dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai perspektif pengalaman siswa setelah menggunakan atau merasakan suatu metode yang digunakan.

Kendala dalam proses pembelajaran jarak jauh/ PJJ ini secara tidak langsung telah menuntut guru untuk berpikir lebih kritis dan inovatif dalam menentukan media pembelajaran yang akan digunakan. Tentunya kita semua pasti akan memilih teknologi yang paling mudah dan simpel untuk diterapkan di kelas. Kebanyakan platform yang digunakan di dalam pembelajaran jarak jauh ini antara lain Zoom, Google meet, Google classroom, WhatsApp, Microsoft 365 dan yang lainnya. Sebagai media interface yang rekomended untuk digunakan. Selain itu, para pendidik juga membutuhkan media untuk penguasaan ketrampilan yang harus dikembangkan sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi / IPK yang harus dicapai dalam tiap materi maupun pertemuan.

Pendidik dituntut untuk berkreasi memanfaatkan segala media pembelajaran yang ada agar para peserta didik tidak cepat jenuh menerima pembelajaran. Lebih-lebih di era pandemi seperti ini, pendidik harus kreatif dalam menyuguhkan pembelajarannya. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran yang interaktif berorientasikan TPACK adalah Game Wordwall.

Apa itu Wordwall? Wordwall merupakan suatu aplikasi berbasis website yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti kuis, menjodohkan, memasangkan pasangan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan, dan lain sebagainya. Menariknya lagi, selain pengguna dapat menyediakan akses media yang telah dibuatnya melalui daring, juga dapat diunduh dan dicetak pada kertas. Aplikasi ini menyediakan 18 template yang dapat diakses secara gratis serta pengguna dapat berganti template aktivitas satu ke aktivitas lainnya dengan mudah. Guru juga dapat menjadikan konten buatannya sebagai tugas untuk peserta didik.

Untuk memanfaatkan aplikasi ini, kita bisa mempelajari tutorialnya. Silakan daftarkan akun di https://wordwall.net/. Klik Sign Up lalu isikan nama, alamat email, kata sandi dan lokasi Anda. Pilih Create Activity lalu pilih salah satu template aktivitas yang disediakan. Tuliskan judul dan deskripsi permainan. Ketikkan konten Anda sesuai dengan tipe permainannya. Pada beberapa tipe/ template, anda diperkenankan mengunggah gambar. Klik Done jika telah selesai. Mudah sekali bukan caranya? Meskipun untuk akun versi gratis pengguna hanya diberi 5 slot untuk membuat game aktivitas, namun pengguna dapat mengganti dari satu game ke game lain dengan sekali klik. Coba pula ekspor game yang telah Anda buat ke dalam format PDF dan cetak di kertas. Ini bisa menjadi solusi bagi peserta didik yang berada di kelas dasar.

Penggunaan Game Wordwall ini merupakan salah satu solusi dalam pembelajaran di kelas. Game ini bisa menjadi motivasi siswa untuk lebih semangat belajar. Hal itu bisa disebabkan karena selama ini mereka pastinya merasa jenuh hanya dengan pembelajaran yang hanya mengandalkan sumber belajar buku saja. Belum lagi jika dihadapkan pada situasi Kegiatan Belajar Mengajar gaya ceramah, monoton, dan konvensional. Siswa mudah sekali bosan, sibuk sendiri bahkan ada yang tidur di kelas. Tujuan pembelajaranpun tidak tercapai. Masih terdapat keunikan satu hal lagi di kelas VII SMP Assa’adah ini, komposisi antara siswa yang pintar, sedang dan rendah sangat tampak. Indikasi ini muncul dengan jelas ketika KBM dilaksanakan. Suasana kelas menjadi tidak kondusif ketika anak yang sangat pintar mendominasi semua pertanyaan guru yang membuat siswa lain merasa terabaikan. Lantas bagaimana?

Pada kondisi nyata seperti inilah guru dituntut untuk kontemplasi dan evaluasi diri apa yang harus dilakukan untuk mengatasi problematika seperti ini. Dalam pembelajaran bahasa inggris khususnya, ada 4 skill atau ketrampilan yang harus dikuasai oleh siswa, entah dari ketrampilan mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking). Ketrampilan membaca dan menulis dengan tidak mengesampingkan penguasaan vocabulary/ kosakata dan juga grammar/ tata Bahasa. Ketika guru menggunakan Game Wordwall ini, sebenarnya keempat ketrampilan tersebut sudah bisa diaplikasikan di dalamnya. Tinggal menentukan model pembelajaran, pendekatan, metode dan sintaks apa yang digunakan dalam setiap pertemuannya sehingga bisa disesuaikan dengan bentuk game yang ada di situs Game wordwall.net ini.

Penulis telah merangkum beberapa kegiatan terbaru dimasa pandemic ini guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas VII di SMP Asaa’adah Bungah Gresik dengan menggunakan aplikasi game Wordwall, yaitu aplikasi yang sudah mulai dikenal di kalangan pendidik sejak terjadinya masa pandemic di Indonesia tepatnya tahun 2020 lalu. Dalam penggunaan aplikasi Wordwall ini, pendidik bisa memaksimalkan kegiatan belajar jarak jauh atau Daring dengan memfokuskan kegiatan yang terintegrasikan di dalamnya skill membaca dan menulis siswa.

1) Siswa belajar dari rumah atau dikenal dengan metode Daring untuk menuntaskan materi belajarnya.

2) Siswa diberi sebuah LKPD dari aplikasi Game Wordwall tersebut.

3) Guru memberikan materi teks dengan tema yang menarik dalam bentuk video pembelajaran.

4) Sebagai contoh siswa diberikan materi teks pembelajaran Bahasa inggris; Descriptive Text, dimana mereka mendeskripsikan/ menggambarkan beberapa jenis binatang disertai dengan karakteristiknya.

5) Siswa diberikan kesempatan untuk mengisi LKPD dalam bentuk beberapa tipe Game Wordwall.

6) Penghargaan lebih diprioritaskan pada siswa yang mendapatkan high score/ nilai yang lebih tinggi dan ketelitian dalam mengerjakan soal yang kaya akan vocabularies (kosakata).

Dengan Game Wordwall inilah siswa dapat mengenal karakteristik hewan secara lebih terperinci dan mereka juga dapat menggambarkan secara jelas dan rinci tentang fungsi social, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari descriptive teks terkait hewan. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang dikerjakan oleh siswa di dalam pembelajaran ini adalah berbentuk Group sort untuk menjodohkan sifat yang disebutkan dengan gambar hewan yang sesuai dan juga menjawab pertanyaan tentang teks dalam bentuk Gameshow quiz untuk skill readingnya. Sebaliknya, untuk skill writing, guru menyajikan game dalam bentuk Open the box untuk mengisi titik- titik yang kosong dan juga Unjumble untuk mengurutkan paragraph yang rumpang.

Dalam proses pembelajaran ini, siswa mengerjakan tugasnya melalui Game Wordwall yang disediakan oleh guru. Di dalam game yang pertama, mereka membedakan karakteristik hewan, dengan cara menjodohkan sifat yang disebutkan dengan hewan yang sesuai agar siswa bisa membandingkan informasi terkait descriptive texs tentang hewan. Kemudian untuk game yang kedua, siswa diberikan descriptive teks bertemakan hewan dan setelah itu ditugaskan untuk menjawab pertanyaan essai sesuai dengan teks tersebut agar siswa dapat menganalisa definisi, fungsi social, struktur teks dan unsur kebahasaan descriptive text tentang hewan. Untuk game yang ketiga, siswa diberikan tugas untuk mengisi titik-titik yang kosong tentang materi descriptive teks yang masih bertemakan hewan juga agar siswa dapat menemukan fungsi social, struktur teks dan unsur kebahasaan descriptive text tentang hewan. Di dalam game yang keempat, siswa diberikan tugas untuk mengurutkan paragraph yang rumpang tentang descriptive teks yang bertemakan hewan agar siswa dapat menyusun paragraph terkait descriptive text tentang hewan.

Pada awal pembelajaran, siswa disajikan sebuah video pembelajaran terkait descriptive teks tentang hewan. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan bermain game, lalu siswa bersama guru berdiskusi bersama tentang jawaban yang benar dari masing-masing game. Kemudian guru memberikan feedback untuk penyeleseian soalnya. Tidak lupa pula, guru memberikan reward yang berupa hadiah untuk high score atau peraih skor tertinggi dari masing-masing game. Dengan demikian, para siswa akan merasa termotivasi untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dan tentunya dengan capaian skor yang lebih tinggi. Dari proses pembelajaran ini, bisa dilihat hasil yang meningkat dari nilai siswa yang bisa secara otomatis muncul di ikon My results/ skor penilaian. Sehingga secara tidak langsung, tujuan pembelajaranpun tercapai. Itu berarti guru berhasil dalam melakukan proses pembelajaran yang kritis, inovatif, interaktif dan menyenangkan yang sesuai dengan pembelajaran di abad 21 yang berorientasikan TPACK ini.

Selain 4 bentuk game yang penulis sebutkan, masih banyak tipe Game Wordwall lain yang bisa dipilih dan dipadukan dengan materi yang sudah dibuat oleh guru. Karena memang Game Wordwall ini merupakan media pembelajaran interaktif ketika kita ingin Create activity/ membuat LKPD yang variatif mulai dari template yang berbentuk Match up, Open the box, Random cards, Unjumble, Labelled diagram, Maze chase, Quiz, Group sort, Matching pairs, Anagram, Word search, Rank order, Random wheel, Find the match, Missing word, Gameshow quiz, True or false, dan Flip tiles untuk free user/ pengguna gratis.

Sekali lagi, penulis tekankan, di dalam Game Wordwall ini para guru bisa mengkreasikan idenya untuk diterapkan dalam berbagai tipe game yang disediakan, mulai dari kuis, menjodohkan, memasangkan pasangan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan, dan lain sebagainya. Template yang bisa dipilih oleh siswa ketika mengerjakan tugas pun bervariasi, mulai dari Air plane, Gameshow quiz, Open the box, Anagram, Match up, Quiz, Find the match, Matching pairs, Random cards, Flip tiles, Maze chase, dan Random wheel untuk free user. Sedangkan untuk premium user atau pengguna berbayar, ada tambahan template Ballon pop, Checklist, Crossword, Flashcards, dan Unscramble.

Dalam prosespembelajaran dengan Game Wordwall ini, akan terjadi kegiatan belajar yang mengasyikkan. Para siswa yang sebagian besar suka dengan game akan sangat antusias untuk mengerjakan soal-soal dari guru dalam bentuk game juga. Anggap saja mereka bermain game sambil mengidentifikasi dan menganalisis materi yang diberikan oleh guru. Pembelajaran pun akan terlihat dan terasa semakin interaktif, tidak monoton dan menyenangkan. Para siswa tidak merasa jenuh dan terpaksa mengerjakan tugas, tetapi mereka justru menikmati permainan dalam Game ini sebagaimana mereka terbiasa bermain game di rumah.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, skill pertama yang harus dikuasai adalah listening dan reading. Karena skill ini secara tidak langsung pasti akan terpenuhi ketika siswa mampu mengidentifikasi informasi dari teks yang disediakan oleh guru. Entah itu dari mendengarkan penjelasan guru secara langsung, melihat video pembelajaran, dari diskusi kelompok, dari browsing di internet, dari penelitian ataupun dari buku teks yang mereka baca. Guru tinggal mencari cara untuk membuat mereka berpikir kritis dan inovatif dengan belajar secara interaktif dan menyenangkan. Agar proses penguasaan skill listening dan reading ini tercapai dengan mudah. Kemudian baru setelah mendapatkan informasi yang sesuai, mereka baru melanjutkan ke skill writing ataupun speaking. Kesemuanya ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan IPK/ Indikator Pencapaian Kompetensi yang ditetapkan. Pada akhirnya pembelajaran daring dengan menggunakan media Game Wordwall ini diharapkan bisa membuahkan hasil yang maksimal dengan menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif serta dapat menjadikan siswa berfikir kritis, logis dan inovatif yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran di abad 21 yang memenuhi unsur pendekatan TPACK, sebuah paradigma pembelajaran abad 21 yang menekankan kepada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi komunikasi, dan berkolaborasi.

Oleh: Diana Novita Wardhani, S.Pd
Guru Bahasa Inggris SMP Assa’adah Bungah Gresik

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top