Anda berada di :
Rumah > Artikel Dan Opini > Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Pedoman Hidup Bernegara

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Pedoman Hidup Bernegara

Ilustrasi : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Pedoman Hidup Bernegara

Oleh : Prasyifa Khabibatul Luthfa
Mahasiswa Universitas Islam Malang
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nama Pancasila terdiri dari dua kata dari bahasa Sansekerta yaitu pañca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Prinsip dan asas sangatlah penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

Ketuhanan Yang Maha Esa dimaksudkan kita sebagai bangsa Indonesia harus mengakui adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta. Meyakini dan mengimani agama yang dianut. Toleransi antar umat beragama. Serta saling tolong menolong dan saling menyayangi satu sama lain.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Manusia yang mempunyai sikap adil dan beradap berarti mereka menjunjung tinggi Nilai-nilai kemanusiaan dan mengajarkan untuk saling menghormati harkat dan martabat manusia dan menjamin hak-hak asasi Manusia. Bersikap saling tenggang rasa dan tidak semaunya atau semena-mena terhadap orang lain. Hubungan antara sila kedua Pancasila dengan kebudayaan masyarakat Indonesia sangatlah erat. Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, rasa, karsa, dan cipta. Kemanusiaan terutama berarti sifat manusia yang merupakan esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya (human dignity). Adil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif; jadi, tidak subjektif apalagi sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi, beradab berarti berbudaya. Ini mengandung arti bahwa sikap hidup, keputusan, dan tindakan selalu berdasarkan nila-nilai budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan (moral). Adab terutama mengandung pengertian tata kesopanan, kesusilaan atau moral.

Tetapi yang terjadi saat ini banyak orang yang tidak bertindak sesuai norma dan moral. Juga tidak melestarikan budaya bangsa yang dimilikinya, kebanyakan orang yang malah melestarikan budaya orang lain seperti contoh budaya barat. Mereka lebih suka dengan kebiasaan dan gaya hidup orang barat yang lebih bebas dari pada budaya ketimuran. Banyak anak bangsa yang malah dengan bangganya melestarikan budaya orang lain sedangkan budaya mereka sendiri atau budaya Indonesia sendiri dianggap kampungan dan tidak sesuai dengan perkembangan di era sekarang ini. Hal ini yang menjadikan perlunya kita sebagai bangsa Indonesia melestarikan kembali apa yang telah menjadi kekayaan budaya Indonesia.

Persatuan Indonesia. Nilai Persatuan Indonesia mengandung arti ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina Nasionalisme dalam negara. Nilai Persatuan Indonesia yang demikian ini merupakan suatu proses untuk menuju terwujudnya Nasionalisme. Dengan modal dasar nilai persatuan, semua warga Indonesia baik yang asli maupun keturunan asing dan dari macam-macam suku bangsa dapat menjalin kerjasama yang erat dalam wujud gotong royong dan kebersamaan. Rakyat Indonesia harus bersatu agar Indonesia semakin menjadi kuat. Keberagam budaya, bermacam suku, berbagai ras, perbedaan agama, bahasa dan keberagaman lainya di Indonesia ini yang menjadikan Indonesia punya keunikan tersendiri. Dan dengan adanya perbedaan tersebut jangan di jadikan alasan untuk berselisih, sebaliknya keberagaman dan perbedaan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi harmonisasi. Hal ini sesuai dengan semboyan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” .

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan adalah sila keempat pancasila. Makna dari sila ini adalah sebagai warga negara Indonesia kita mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Walaupun memiliki hak masing-masing, kita sebaiknya juga harus memerhatikan kepentingan bersama. Makna lain dari sila keempat adalah kekuasaan rakyat adalah segalanya, maksudnya Seseorang yang memiliki kekuasaan seharusnya di jalankan dengan se adil – adilnya. Untuk itu harusnya sebagai seorang pemimpin mampu mewakili aspirasi rakyat dan juga mampu membuat rakyat sejahtera. Ini menandakan bahwa pemegang kekuasaan sesungguhnya adalah rakyat. Untuk itu makna sila ke empat ini adalah kekuasaan rakyat adalah hal yang segalanya. Demokrasi adalah untuk membebaskan aspirasi masyarakat sehingga negara lebih maju. Hal ini karena tujuan sebuah negara adalah untuk masyarakatnya. Namun tetap saja semua ada aturan dan etika yang berlaku sehingga tidak ada kekerasan di dalamnya.

Mufakat merupakan salah satu cara yang paling baik dalam menyelesaikan sebuah masalah Musyawarah adalah salah satu cara untuk mengumpulkan pendapat banyak orang dengan aspirasinya masing-masing. Artinya bahwa para penguasa harus menjalankan mufakat terlebih dahulu untuk menyelesaikan sebuah masalah negara barulah di tindakan. Bukan dengan kepala panas dan keputusan secara sepihak. Hal ini tidak boleh di lakukan demi mengamalkan sila keempat dalam pancasila.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia gagasan yang mengenai sila kelima ini merupakan maksud dan tujuan empat sila yang mendahului, Salah satu tujuan bangsa yang mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang sangat wajar sesuai dengan kemampuan maupun kedudukan masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum. Adapun maksud dan tujuan keadilan sosial yang mengandung arti masyarakat Indonesia harus memiliki rasa yang seadil-adilnya di segala bidang aspek kehidupan, Baik dalam kehidupan material maupun spiritual. (Red)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top