Anda berada di :
Rumah > Artikel Dan Opini > Main Catur dan Main Puzzle

Main Catur dan Main Puzzle

Ditengah suasana lelah dan rentan mendapatkan penyakit, nampaknya olah raga menjadi sebuah keniscayaan untuk mencegah agar badan ini tetap segar dan optimis. Sebagaimana kebanyakan orang, saya kira olahraga yang berat dan menguras tenaga merupakan hal yang sangat rentan bagi saya, misalnya kalau harus bermain bola atau futsal atau bermain badminton.

Pilihan saya kemudian jatuh pada bermain catur, karena bagi saya bermain catur, mengingatkan masa masa saya sekolah SMP dan SMA serta ketika harus bermain catur dengan orang orang lain di tukang cukur. Jari jari saya mulai akrab dan menyentuh lagi bidak bidak diatas papan catur. Bagi saya bermain catur merupakan seni berstrategi mencapai tujuan.

Dalam bermain catur dibutuhkan kejelian melihat peluang dan mencapai tujuan. Seorang pecatur tak boleh tergesah gesah apalagi pragmatis dalam menjalankan permainannya. Pemain catur harus mampu mencipta peluang dan mencari peluang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga pecatur itu diibaratkan sebagai panglima yang memimpin untuk memenangkan pertarungan.

Pemain catur adalah ahli strategi yang mengatur ritme perjalanan para bidaknya menyerang pertahanan lawan. Sehingga gerakan gerakannya kadang sulit dipahami, apalagi oleh mereka yang cenderung pragmatis dan bergaya pikir pendek.

Hal lain yang sekarang juga menarik perhatian saya adalah bermain puzzle. Dalam permainan puzzle sejatinya sama dengan catur diperlukan kehati hatian dan kecermatan. Tidak boleh pragmatis dan harus taat terhadap aturan main yang ada. Setiap pergerakan potongan puzzle diharapkan mampu menjadi daya ungkit gerakan gerakan potongan puzzle yang lainnya dalam membentuk wujud yang diinginkan. Sehingga bisa dipahami bahwa gerakan potongan puzzle akan saling mempengaruhi dan berdampak pada potongab puzzle yang lainnya.

Hidup itu ibarat bermain catur dan puzzle.

Setiap orang yang hidup pasti mempunyai tujuan. Dalam mencapai tujuan yang diinginkan setiap orang harus mampu menyusun langkah dan strategi meraih tujuan. Setiap gerak langkah dalam mencapai tujuan juga harus dipahami bahwa setiap gerakan yang kita lakukan akan berpengaruh dan berdampak pada orang lain. Dampak itu bisa baik dan bisa buruk, bergantung pada dimana kita melakukan dan caranya seperti apa.

Saya ambilkan sebuah contoh, anda berkendara motor dan anda akan menuju sebuah tempat. Nah kalau anda berjalan dengan kecepatan yang tinggi dan zig zag, anda dipastikan merugikan jalan orang lain. Orang lain akan mengurangi kecepatan, berjalan minggir karena khawatir anda tabrak karena kesembronohan anda.

Apapun yang kita lakukan didalam sebuah kelompok masyarakat pastilah akan berdampak pada reaksi orang lain terhadap kita. Reaksi itu bisa diakibatkan karena dampak jelek yang dia terima akibat perlakuan kita. Sehingga cara berpikir pragmatis dan sembrono dalam melihat sebuah persoalan bukanlah sikap seorang yang layak dijadikan pemimpin, karena pastilah cara berpikirnya pendek dan tak mampu berpikir yang strategis apalagi taktis.

Nah kawan dalam hidup bermasyarakat sejatinya apapun yang kita lakukan dan kita pikirkan akanlah selalu berdampak pada orang lain. Nah kalau kita berharap hidup kita baik maka cobalah berusaha berjalan diatas aturan yang ada, sehingga tidak merugikan orang lain. Kecenderungan kita melanggar aturan, membincang untuk melemahkan orang sejatinya merupakan perilaku hidup yang merusak. Kalau sudah seperti itu pastilah akan selalu kita dapatkan kerusakan pada komunitas yang diisi dengan mereka yang berjiwa rusak.

Mendidik menjadi tertib dan teratur serta bertanggung jawab merupakan sebuah keniscayaan. Mulailah dari diri dalam mendidik sebelum kita mendidik orang lain. Kalau hidup anda suka melemahkan dan mencurigai orang lain, maka bisa diduga anda adalah pelaku sejati yang patut dicurigai, karena biasanya setiap orang yang menilai orang lain didasari oleh pengalaman dirinya sendiri.

Assalammualaikum wr wb, selamat beraktifitas, semoga kita bisa menjaga diri dari hal hal yang merugikan orang.. Aamien

Surabaya, 21 Juli 2018

M. Isa Ansori

Pegiat penulisan dan staf pengajar Fisip Ilmu Komunikasi Untag 1945 Surabaya

 

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top