Anda berada di :
Rumah > Artikel Dan Opini > Maafkan Aku Memilih Jalanku Sendiri

Maafkan Aku Memilih Jalanku Sendiri

Sebuah tulisan lama yang pernah ditulis oleh seorang anak yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam tulisan itu diceritakan mengapa dia melakukan pergaulan bebas yang kemudian menyebabkan kehamilan. Tulisan yang ditulis oleh ” korban ” tersebut, merupakan bagian dari pendekatan katarsis agar si anak memahami alur perilaku yang sampai menyebabkan terjerumus pada aktifitas pergaulan bebas dan berujung pada kehamilan.

 

Suatu saat ND ( 16 ) yang pelajar sebuah SMAN di Surabaya mengenali tetangganya yang bernama mrk,  karena bertetangga,  kata ND,  maka kami sering bermain bersama. Mrk seringkali berkeluh kesah tentang pacarannya yang tiga kali diselingkuhi. Mendengar ceritanya, aku jadi iba,  begitu kata ND. Rupanya apa yang dilakukan oleh mrk adalah modus untuk memperdayai korban korbanya.

 

Mengapa bisa terjadi ?

 

Jujur saja keluargaku adalah keluarga yang mapan dan taat beribadah. Aku dididik secara ketat agar mematuhi ajaran agama.  Kedua orang tuaku tergolong sangat taat beribadah dan ketat dalam aturan aturan agama. Tapi  aku jarang  bisa berkomunikasi,  karena mereka juga sibuk mencari nafkah untuk aku dan adik ku. Aku merasakan sejatinya mereka  sangat sayang dan peduli dengan aku dan adikku.

 

Kadang aku merasakan kehilangan,  karena jarangnya berkomunikasi. Aku menjadi lebih mandiri dalam membuat  keputusan,  tapi kadang juga tidak tahu apakah keputusanku baik atau tidak,  yang penting bagi aku,  saat aku mengambil keputusan dan aku menjalankannya,  aku merasa senang dan punya teman. Begitu juga ketika aku mengambil keputusan dan mau melayani ajakan Mrk untuk melakukan pergaulan bebas.waktu itu aku berpikir bahwa apa yang aku lakukan dengan Mrk adalah hubungan yang wajar,  aku dianggap pacarnya,  dan aku juga merasa sayang,  sehingga keputusanku mengiyakan ajakannya adalah hal yang wajar. Apalagi aku juga merasa sudah tumbuh menjadi anak remaja,  sehingga aku berhak memilih jalanku sendiri.

 

Apa yang aku alami di rumah,  jarangnya berkomunikasi dengan orang tua diperparah dengan keadaan di sekolah.  Meski sekolahku tergolong sekolah favorit di Surabaya,  tapi ternyata para gurunya  hanya bisa menjustifikasi saja,  aku selalu  dianggap salah. Puncaknya aku melawan guruku, karena saat beliau menerangkan  pelajarannya,  aku bertanya yang saat itu terjadi perdebatan antara aku dan guruku. Lalu aku dikatakan sebagai murid yang bandel dan disebarkan kepada guru guru yang lainnya.  Hampir tiap hari  aku di bully. Akubtak merasa nyaman di sekolah,  akhirnya aku memutuskan untuk berhenti  sekolah.

 

Orang tuaku tak mengerti  ketika aku berhenti sekolah. Karena memang aku tiap hari berangkat sekolah. Yang aku lakukan adalah menemui Mrk setiap hari,  aku merasa nyaman dan mendapatkan perlindungan dari Mrk,  apalagi dengan janji janji Mrk. Sehingga Mrk leluasa menikmati tubuhku setiap hari. Puncaknya ketika aku merasakan ada kejanggalan,  aku tidak lagi mengalami menstruasi, aku kemudian diduga mengalami kehamilan. Saat itulah  aku panik dan bercerita kepada Mrk. Bukannya aku mendapatkan jalan keluar,  Mrk justru malah marah marah dan lari dari tanggung jawabnya.

 

Disaat aku mengalami kepanikan,  aku memberanikan diri untuk bercerita kepada orang tuaku,  tapi perlakuan orang tuaku juga sama,  marah marah,  dan mengusirku sebagai anak durhaka. Ditengah kekalutanku itulah aku bertemu dengan orang orang yang mau mendengarkan keluhanku, memberi harapan atas kebutuhan yang aku inginkan. Akhirnya aku bisa  melewati masa mas itu.

 

Kini ND sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan dewasa. Dia mengatakan bahwa seandainya dia dulu tidak ketemu dengan orang orang yang ” mau mendengar ” , dia tak tahu akan seperti apa. Dia sekarang bekerja di sebuah agen property. ” Terima kasih,  saya mampu  melewati masa masa sulit saya,  belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan,  dan saya bisa menuliskan adalah sesuatu yang luar biasa,  apalagi  dari tulisan itu,  saya diajak untuk  mendiskusikan  dan menyusun langkah langkah kegiatan agar saya bisa meraih apa yang saya harapkan “, begitu cerita dia.

 

Nah kawan… Satu hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran adalah setiap  orang akan menemukan suksesnya masing masing,  bila dia bisa dipahami kebutuhannya,  lalu didampingi  dan diarahkan untuk menjalankan aktifitas aktifitas yang merupakan tangga keberhasilannya.

 

Sebagai  guru  dan orang tua,  adalah hal penting,  kita mempunyai  ketrampilan mendengar yang baik,  sehingga kita bisa memahami kebutuhan anak anak kita. Dengan mengetahui kebutuhan anak anak  kita,  tentu kita akan dapat merencanakan kegiatan kegiatan yang digemari sekaligus merupakan tangga menuju  keberhasilannya.

 

” Akhir itu lebih baik dari awal, Tidak ada satu kesulitanpun yang tidak bisa dilampaui,  karena didalam setiap kesulitan selalu disertai adanya kemudahan. Syaraynya adalah berpasralah kepada Allah dan kerjakan apa yang  Dia perintahkan ” ( Al Qur’an ).

 

 

Penulis : Isa Ansori

Pengajar di STT Malang dan Fikom Untag 1945 Surabaya. Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jatim,  Anggota Dewan Pendidikan Jatim,  Pegiat pendidikan yang memanusiakan

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top