Anda berada di :
Rumah > Artikel Dan Opini > Generasi Millennial Memulyakan Akal Meninggikan Budi

Generasi Millennial Memulyakan Akal Meninggikan Budi

Suatu saat saya bertemu dengan sahabat sahabat yang selalu berkarya dengan pendidikan yang menyenangkan dan melayani, suasana batin yang terbangun Adalah susana yang maju dan saling memotivasi. Negotiate jugs Kartika says mengikuti beberapa laporan Kegiatan teman teman pegiat Pendidikan di Komunitas Ojo Leren Dadi Wong Apik, terasa sekali aura perubahan cara pendekatan pendidikan yang dilakukan.

Tulisan kang Lukman Hakim tentang kegiatan Sekolah Dolannya dan postingan Pal Kentar Budhojo tentang anak anak yang tertidur dalam keadaan masih berseragam di ruang pembelajaran, menyiratkan sebuah kenyamanan belajar. Ada Susana pesan yang ingin disampaikan bahwa menciptakan generasi millenial generasi yang akan mewarisi masa depan haruslah dilakukan dengan jalan memberikan kemerdekaan kepada anak anak.

Kemerdekaan adalah sebuah suasana dimana orang merasakan kenyamanan dan kebebasan dalam berekspresi. Kemerdekaan merujuk pada sebuah ” ruang ” berekspresi yang melahirkan kreasi. Hasil ekspresi bisa berupa karya seni atau karya pikir atau karya apapun yang menggambarkab sebuah ketidak tergantungan kepada sesuatu.

Kemerdekaan hanya bisa dimiliki oleh mereka yang berjiwa merdeka. Mereka yang tak berjiwa merdeka akan sulit mengajarkan tentang kemerdekaan, mereka yang masih banyak tergantung dengan perlakuan orang lain, maka akan sangat tidak mungkin bicara tentang ketidak tergantungan.

Nah kembali kepada dunia pendidikan kita yang sedang terjadi, para guru kita yang belum diangkat menjadi pegawai negeri, sekarang lagi ramai mendiskusikan tuntutan kepada pemerintah agar mereka bisa diangkat menjadi pegawai negeri, bahkan berdasarkan sumber dari sebuah media, ada diantara mereka yang mengancam akan mogok mengajar, kalau tuntutan tak dipenuhi.

Sekilas memang wajar apa yang menjadi tuntutan para guru. Mereka sejatinya layak mendapatkan penghargaan dari pengabdiannya. Namun menjadi tidak wajar ketika menuntut haknya, mereka mengorbankan hak orang lain, anak anak yang berhak mendapatkan pembelajaran. Hal lain yang juga menyedihkan adalah tuntutan harus diangkat menjadi PNS. Ini seolah olah kalau tidak menjadi PNS dunia akan kiamat, mereka tak bisa sejahtera. Hal ini menunjukkan betapa tergantungnya guru dengan status yang disebut PNS. Lalu bagaimana mereka bisa mengajarkan kepada muridnya tentang arti sebuah kemerdekaan, kalau jiwanya tidak merdeka.

Kita berharap bahwa masih ada kesadaran guru tentang pengabdian. Ternyata nun dipelosok daerah daerah di Jatim, ada sekelompok manusia masih peduli terhadap pendidikan yang memerdekakan, terima kasih kepada mereka yang setiap hari menebar kebaikan melalui pendidikan yang memerdekakan, mereka itu adalah komunitas Ojo Leren Dadi Wong Apik.

Generasi millenial adalah generasi dimana anak anak ini sudah harus mampu sustain menjawab tantangan masa depan mereka. Generasi millenial mesti diajarkan pada sesuatu kemandirian dan kemerdekaan berkreasi, sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain maupun negara. Generasi ini adalah generasi yang mencipta.

Menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan, adalah proses panjang yang harus dipersiapkan, nah pertanyaannya apakah anak anak ini akan menjadi anak anak yang mandiri, anak anak yang merdeka, anak anak yang mampu memerdekakan akal budinya, kalau gurunya saja tidak merdeka.

Surabaya, 19 September 2018

M. Isa Ansori

Anggota Dewan Pendidikan Jatim dan Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Jatim

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top