Anda berada di :

Cermin

:Alhamdulillah, sepertinya Minggu pagi ini ada kesempatan melakukan olah tubuh agar bisa sedikit gerak dan mengurangi rasa sakit dibeberapa persendian. Maklumlah perjalanan waktu menjalani kehidupan membuat daya tahan tubuh tidak semakin kuat, tapi akan semakin berkurang dan melemah. Saya kira apa yang terjadi pada saya juga terjadi pada orang lain. Sebagian mereka menjaganya dengan rajin berolah raga, rajin menjaga pola makan dan pola hidup. Ini artinya semakin bertambah usia seseorang maka akan berkecenderungan secara manusiawi menjaga dirinya agar tidak mengalami hal hal yang tidak diinginkan.

Saya mencoba mengikuti gerak sang instruktur supaya gerakan saya bisa sama. Instruktur saya bayangkan sebagai diri saya yang melihat cermin. Dengan melihat cermin, maka gerakan yang saya lakukan bisa dipastikan sama dengan apa yang terlihat dicermin. Apa yang terlihat di cermin merupakan bayangan tubuh kita, dia ada tapi dia tak bisa dirasa dan dirabah. Merabah apa yang terlihat di cermin tentu tak akan bisa, yang bisa kita rabah adalah obyek yang terekam didalam cermin.

Cermin adalah sebuah benda yang bisa merekam apa saja yang ada pada obyek secara utuh, tapi cermin hanya mampu menangkap hal hal yang bisa terlihat saja. Namun dari melihat dicermin itulah, kita bisa melihat siapakah kita secara obyek tampaknya. Misalnya oh saya cantik, saya cakep, rambut saya perlu ditata, dan lain sebagainya.

Cermin juga bisa membantu kita melihat sesuatu yang ada dibelakang kita yang tidak bisa kita jangkau ketika kita sedang fokus melihat kedepan. Cermin seperti ini biasanya dipakai dikendaraan kendaraan yang disebut dengan spion. Karena hanya digunakan melihat sesuatu yang ada dibelakang, maka spion tak perlu besar seperti kaca di almari atau kaca rias. Dengan bentuk yang tidak besar, diharapkan kita bisa fokus melihat kedepan.

Ketika kita sedang menghadap cermin, maka yang akan tampak dari cermin adalah wajah dan bagian depan tubuh, bagian belakang tubuh tak akan terlihat. Ketika orang lain melihat kita dari belakang, maka dipastikan yang terlihat oleh orang lain pastilah sesuatu yang ada dibelakang kita dan sebagian yang terlihat dikaca. Orang lain tak akan pernah bisa melihat kita secara utuh kalau melihatnya dari belakang kita, dia akan hanya bisa melihat sebagian kecil dari kita, sehingga bisa dipastikan penilaian orang lain kepada kita merupakan bagian kecil yang mereka tahu. Kecuali kalau orang lain berdiri didekat kita atau bersebelahan, lalu dia memutari kita. Berdiri bersebelahan dan memutari menunjukkan sebuah gambaran kedekatan.

Nah kawan apa yang kita ucapkan, kita lakukan dengan gerak tubuh dan pikiran yang kita lontarkan, merupakan cerminan siapa kita. Kita tak akan mampu berbohong kepada diri kita sendiri. Apa yang kita ucapkan, kita sampaikan merupakan cerminan apa yang ada pada diri kita. Karena laku siapa kita tersimpan dalam memori alam bawah sadar, yang seringkali secara tak sadar kita tampakkan.

Bercermin pada masa lalu tak perlu mengganggu apa yang akan kita lakukan kedepan, begitu juga mendengarkan ucapan orang lain, tak perlu dijadikan sesuatu yang harus dibesarkan, karena ibarat melihat di cermin, spion hanya merekam sesuatu yang kecil yang ada dibelakang kita, begitu juga orang melihat kita, hanya bisa melihat dari belakang dan sebagian kecil yang tampak. Kalau toh ada banyak yang disampaikan, yakinilah bahwa orang lain sedang berpersepsi dan mengembangkan persepsinya sendiri tentang kita. Tentu banyak tidak benarnya, jadi buat apa anda terpengaruh.

Menjalani hidup dan pilihannya adalah persoalan kita dan siapapun yang sevisi dengan kita. Diperlukan kemampuan menirukan gerak yang sama, melihat secara utuh serta sesekali dilakukan internalisasi diri dengan melihat kita di cermin. Kemampuan kita menginternalisasi diri biasanya akan menimbulkan sikap bijak.

Jadi cermin tergantung pada kita, semakin gerakan kita baik, maka yang terlihat kita semakin baik. Semakin gerakan kita jelek maka akan kelihatan jelek pula. Maka memperlakukan diri dengan apa yang kita ucapkan dan kita lakukan sejatinya menunjukkan kualitas kita.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hasry(59):18)

Assalamualaikum wr wb, selamat pagi dan selamat berkarya menebar kebaikan, semoga Allah memberkahi.. Aamien.

Surabaya, 5 Agustus 2018

M. Isa Ansori

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top